Sabtu, 10 Oktober 2009

My Bloody Valentine




MY BLOODY VALENTINE
Tom Hanniger (Jensen Ackles) sebenarnya adalah seorang penambang batu bara yang baik. Ia tak pernah berencana membunuh siapa pun. Sayangnya satu kecerobohan yang ia buat akhirnya malah mengakibatkan tewasnya lima orang penambang lain dan menyebabkan Harry Warden (Richard John Walters) mengalami koma.

Satu tahun kemudian, Warden tiba-tiba bangun dan membalas dendam pada orang-orang yang dianggapnya telah menyebabkan penderitaan yang ia alami. Dua puluh dua orang harus mati di tangan Warden sebelum akhirnya pria ini menghembuskan nafas terakhirnya.

Sepuluh tahun kemudian, Tom Hanniger kembali ke kota kecil Harmony dan berusaha menebus kesalahan yang ia lakukan sepuluh tahun sebelumnya. Namun sayangnya kedatangan Tom di kota kecil ini diikuti serangkaian kematian yang membangkitkan kenangan lama kota ini.

Film slasher berformat 3 dimensi ini sebenarnya adalah remake dari film sama yang beredar tahun 1981. Lionsgate, akan mengedarkan film hasil arahan sutradara Patrick Lussier ini sekitar pertengahan Januari 2009 nanti

Slumdog Millionare



SLUMDOG MILLIONARE
Tak ada yang mengira kalau Jamal Malik (Dev Patel) akan segera menjadi orang kaya. Jamal adalah seorang remaja yatim piatu yang tinggal di kawasan kumuh kota Mumbai. Namun secara misterius, remaja berusia 18 tahun ini dapat dengan mudah melangkah menuju babak terakhir kuis yang berhadiah 20 juta Rupee.

Satu per satu pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara kuis Who Wants To Be A Millionaire? versi India ini dijawab Jamal dengan baik. Ini memicu spekulasi bahwa Jamal telah berbuat curang dan karenanya pihak kepolisian datang untuk menghalangi Jamal menjadi pemenang.

Jamal kemudian berusaha mati-matian membuktikan bahwa ia tak pernah melakukan kecurangan dalam kuis ini. Maka mulailah Jamal menceritakan kehidupan sehari-harinya dan apa yang dialaminya selama tinggal di kawasan kumuh kota Mumbai termasuk cintanya pada Latika (Freida Pinto). Dari setiap babak kisah Jamal, terkuak misteri bagaimana Jamal bisa mengetahui jawaban dari pertanyaan kuis yang cukup rumit ini.
Apa sebenarnya yang diinginkan Jamal dengan mengikuti kuis ini?

Film hasil arahan sutradara Danny Boyle ini mencoba bercerita tentang kisah asmara dengan latar belakang kehidupan di kawasan kumuh kota Mumbai di India.

Transporter 3



TRANSPORTER 3
Frank Martin (Jason Statham) mau tak mau harus menjalankan tugas yang diberikan kepadanya meski kali ini tugas itu jauh lebih tinggi resikonya. Frank harus mengantar paket ke tujuan yang belum jelas sementara di saat yang sama Frank juga harus mempertaruhkan nyawa lantaran di pergelangan tangannya di pasang gelang yang akan meledak jika ia berada di lokasi yang terlalu jauh dari mobilnya.


Kali ini paket yang harus diantarkan Frank adalah seorang gadis bernama Valentina (Natalya Rudakova). Valentina adalah putri seorang politisi kuat di sebuah negara di benua Eropa. Valentina diculik komplotan mafia dan memaksa Frank untuk mengantarkan ke sebuah lokasi yang akan dijelaskan saat Frank sudah berada dalam perjalanan.

Dalam perjalanan panjang yang berbahaya ini Frank tidak hanya berusaha untuk tetap 'dekat' dengan mobilnya namun juga harus menghindar dari orang-orang yang dikirim Leonid Vasilev (Jeroen Krabbe), ayah Valentina yang berusaha menggagalkan misi Frank.

Installment ketiga dari TRANSPORTER ini masih mengusung cerita yang tak jauh berbeda dengan dua film sebelumnya. Ide cerita yang diusung pun bisa dikatakan jauh dari kata fresh. Beberapa film lain dari genre film laga juga mengusung alur cerita yang kurang lebih sama meski dengan beberapa bumbu yang membuatnya sedikit saja beda.


Jadi, satu-satunya pilar film ini adalah aksi laga tanpa henti yang memang jadi suguhan utama film ini. Dari awal hingga akhir bisa dibilang hanya suguhan full action saja yang disajikan film ini. Bahkan saking inginnya menyajikan aksi laga yang spektakuler, sang sutradara sampai mengabaikan konsep ketaatan pada logika yang mau tak mau sebenarnya harus menjadi dasar sebuah film.

Bila Anda teliti atau meluangkan sedikit waktu untuk 'meneliti' tiap-tiap adegan, Anda pasti akan menemukan banyak sekali kejanggalan yang membuat alur cerita film ini jadi kehilangan pijakan. Setidaknya Anda akan merasakan bahwa beberapa adegan, alur cerita atau penokohan jadi tak masuk akal.


Singkatnya, bisa dibilang bahwa alur cerita film ini hanya dibuat untuk menyatukan serangkaian aksi laga yang disajikan film ini sementara dari sisi akting, para pemainnya juga tak terlalu meyakinkan. Entah karena naskah yang buruk atau para aktor yang tak mampu 'menghidupkan' dialog, tapi ada kesan bahwa para aktor hanya sekedar membaca naskah yang telah disusun sebelumnya.

Tapi meskipun begitu, toh film yang diedarkan Lionsgate ini berhasil masuk jajaran 10 besar film-film box office dan telah mengantongi tak kurang dari US$29 juta sejak diedarkan 26 November lalu. Kabarnya film ini dibuat dengan biaya sekitar US$45 juta.

Bedtime Stories



BEDTIME STORIES
Skeeter Bronson (Adam Sandler) mungkin bukan termasuk contoh orang yang sukses. Pekerjaannya sebagai teknisi di sebuah hotel tak terlalu menjanjikan masa depan buat Skeeter. Namun semuanya tiba-tiba saja berubah saat Skeeter menemukan satu bakat 'unik' yang dimilikinya.


Tanpa disadari, semua cerita yang dibacakan Skeeter untuk kedua keponakannya tiba-tiba secara ajaib menjadi kenyataan. Skeeter yang 'membaca' peluang emas ini kemudian mengarang-ngarang cerita dengan maksud mengambil keuntungan dari bakat anehnya ini. Skeeter bermaksud mengambil alih posisi Kendall (Guy Pearce) sebagai manajer hotel.
Sayangnya, 'campur tangan' kedua keponakannya mengubah rencana menuju kesuksesan ini menjadi malapetaka yang tak terbayangkan. Kini Skeeter harus berusaha keras untuk 'memperbaiki' semua kerusakan yang secara tak langsung telah ia lakukan.

Dunia dongeng memang tak pernah berhenti menjadi daya tarik buat anak-anak, bahkan mereka yang sudah dewasa. Dan peluang inilah yang mendasari film hasil arahan sutradara Adam Shankman ini. Waktu peluncuran film ini pun terasa tepat karena pada liburan panjang akhir tahun biasanya seluruh keluarga punya waktu luang cukup banyak untuk nonton film.

Namun meski film ini dibuat untuk 'ramah' anak kecil, bukan berarti bahwa orang dewasa tak dapat menikmati film ini. Humor-humor segar yang muncul dari kekonyolan Adam Sandler masih cukup relevan untuk dikonsumsi seluruh keluarga. Hasilnya, film ini memang pas dikonsumsi seluruh keluarga di penghujung tahun 2008 ini.

Soal akting, para pendukungnya memang tak perlu lagi diragukan. Sukses memerankan tokoh yang dirundung kesialan seperti dalam film LITTLE NICKY atau ANGER MANAGEMENT membuat Adam Sandler terlihat 'pas' memerankan tokoh Skeeter dalam film ini. Yang agak disayangkan mungkin adalah Guy Pearce yang agaknya kurang pas dipasang sebagai pemeran karakter Kendall.


Yang tak kalah menariknya justru adalah penampilan dua bintang cilik Laura Ann Kesling dan Jonathan Morgan Heit yang terlihat begitu wajar memerankan dua keponakan Skeeter. Sementara Russell Brand yang pertama kali tampil dalam film FORGETTING SARAH MARSHALL juga terlihat 'enjoy' berperan sebagai Mickey.

Jangan berharap ada logika karena film ini memang adalah sebuah dongeng sebelum tidur. Dan seperti kebanyakan dongeng sebelum tidur, banyak hal mustahil yang bisa saja terjadi. Terlepas dari itu, Adam Shankman, sang sutradara mampu mengolah ide cerita sederhana namun liar ini menjadi sebuah tontonan happy ending yang layak jadi tontonan penutup tahun ini.

Chandni Chowk to China



CHANDNI CHOWK TO CHINA
Sidhu (Akshay Kumar) adalah seorang pemuda yang tinggal di area Chandni Chowk di Delhi. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pembantu juru masak di sebuah restoran di sana. Suatu hari, dua orang yang datang dari negeri China datang membawa kabar yang akan mengubah hidup Sidhu selama ini.

Dua orang ini yakin bahwa Sidhu adalah reinkarnasi dari pendekar sakti dari jaman dulu yang ditakdirkan untuk menumpas kejahatan. Dua orang ini datang jauh-jauh dari China karena mereka mencari orang yang tepat untuk membantu mereka. Kebetulan di tempat tinggal mereka ada seorang pendekar sakti bernama Hojo (Gordon Liu) yang menindas warga di sana.

Dengan bantuan Chopstick (Ravnir Shorey), dua orang ini akhirnya berhasil meyakinkan Sidhu dan mengajaknya berangkat ke China untuk menumpas kejahatan. Berhasilkah Sidhu memenuhi ramalan dua orang ini dan menjadi pahlawan pemberantas kejahatan?
Setelah Hong Kong, kini giliran India yang jadi sasaran film Hollywood. Meski ini bukan pertama kalinya dunia barat menggarap film ber-setting, namun jaraknya yang tak terlalu jauh dari SLUMDOG MILLIONAIRE membuat film ini seolah mengisyaratkan bahwa Hollywood kini mulai melirik Bollywood. Sementara buat Warner Bros. Pictures, ini adalah film Bollywood kedua yang mereka garap. Konon, Warner Bros. mengedarkan film ini di lebih dari 120 teater di Amerika dan menjadi film Bollywood pertama yang diedarkan seluas itu.
Bagi pasar Amerika, film ini punya tantangan tersendiri lantaran pasar yang berbeda total. Pasar Amerika mungkin terbiasa menilai film dari kedekatannya dengan logika atau kenyataan. Kualitas film Hollywood ditentukan pada ketaatannya pada logika umum atau setidaknya logika yang dibuat oleh film itu sendiri. Hal yang sama tak bisa diterapkan pada film-film Asia atau lebih tepatnya film Bollywood.

Bagi penonton di Indonesia sendiri, film semacam ini mungkin tak terlalu asing karena pada dasarnya film Indonesia pun dibuat pada pijakan yang sama dengan film Bollywood atau film Hong Kong. Dan ini membuat film ini jadi lebih tepat untuk konsumen di Indonesia. Malahan untuk konsumen film Indonesia, CHANDNI CHOWK TO CHINA ini jadi terasa 'berbeda' lantaran memadukan tiga unsur dalam satu kemasan: Bollywood, Hong Kong sekaligus Hollywood.

Secara umum, film ini bisa dibagi menjadi dua bagian yang saling bertolak belakang. Bagian pertama menampilkan karakter Sidhu yang konyol dengan sentuhan lagu dan tarian ala film-film Bollywood. Di sini, karakter Sidhu mungkin bisa disebut perpaduan antara Adam Sandler dengan Sacha Baron Cohen. Pada bagian kedua, nuansa film berubah menjadi lebih suram dengan karakter Sidhu yang mulai berlatih Kung Fu dan berusaha mati-matian mengalahkan Hojo.

Dan untuk bagian kedua ini, para penggemar film-film mandarin akan dimanjakan dengan koreografi tarung yang cukup menarik. Jelas saja menarik lantaran penataan tarung film ini dipercayakan pada Huen Chiu-Ku yang juga ikut andil dalam pembuatan film-film sukses macam CROUCHING TIGER, HIDDEN DRAGON dan THE MATRIX.

Terlepas dari bagus atau tidaknya, film ini jadi semacam pembuktian bahwa dunia timur pun cukup layak bermain di dunia film internasional. Bisa jadi, langkah selanjutnya adalah film Indonesia yang berlaga di pentas internasional. Kita tunggu saja.

Vicky Cristina Barcelona



VICKY CRISTINA BARCELONA
Vicky (Rebecca Hall) dan Cristina (Scarlett Johansson) adalah dua sahabat yang sedang berkunjung ke kota Barcelona untuk berlibur. Meski keduanya bersahabat baik, namun Vicky dan Christina adalah dua orang wanita yang berbeda jauh dalam karakter.
Vicky adalah wanita yang lebih bersikap tradisional jika menyangkut masalah asmara sementara Christina lebih bersikap 'bebas' meski ia sendiri kadang tak tahu apa yang ia inginkan. Keduanya lantas bertemu seorang seniman bernama Juan Antonio (Javier Bardem) dalam sebuah pameran seni.

Dalam waktu singkat, Juan Antonio dapat memikat Christina yang dari semula memang sudah tertarik dengan pria ini. Juan kemudian mengajak kedua wanita ini untuk berlibur di Oviedo. Christina serta-merta menerima ajakan ini sementara Vicky berusaha untuk menolak meski akhirnya ia pun ikut berangkat dengan harapan bisa menjauhkan Christina dari masalah karena ia melihat ada gelagat buruk pada diri Juan Antonio.

Selama berlibur di Oviedo, Christina justru jatuh sakit dan kesempatan ini membuat Vicky dan Juan Antonio jadi malah semakin dekat. Kisah asmara segi tiga ini jadi semakin rumit dengan munculnya MarĂ­a Elena (Penelope Cruz), mantan istri Juan Antonio.

Film hasil arahan sutradara Woody Allen ini mengambil lokasi syuting di beberapa kota Spanyol. Sebagian dana produksi bahkan disandang oleh pemerintah kota Barcelona dan Catalonia. Total biaya produksi film yang dinominasikan piala Oscar ini dikabarkan mencapai US$15 juta.

Seperti pada kebanyakan film arahan Woody Allen, film ini juga dilengkapi dengan bumbu seks meski tak seperti pada film-film sebelumnya. Di sini cinta dan seks seolah berbaur dan tak jelas batasannya. Masing-masing tokoh dalam film ini saling terlibat hubungan romantis namun tak sepenuhnya jelas apakah hubungan itu murni karena seks atau ada cinta di balik semua itu.

Rumitnya hubungan keempat tokoh yang ada dalam film ini pun dengan baik dapat diterjemahkan oleh para aktris dan aktor pendukung film ini menjadi sebuah ekspresi dan dialog yang alami. Mungkin ini tak terlalu mengherankan mengingat reputasi para pendukung film ini. Nama Scarlett Johansson dan Penelope Cruz jelas bukanlah nama baru di dunia film, sementara Javier Bardem adalah pemegang gelar aktor terbaik Oscar 2008 lalu.
Dan kekuatan naskah yang dipadu dengan akting first-class ini jadi makin terasa lengkap dengan backdrop pemandangan cantik di kota Barcelona yang seolah makin menambah suasana 'panas' yang coba dibangkitkan film ini.

2012: Doomsday


2012; DOOMSDAY

Dalam kalender bangsa Maya disebutkan bahwa kehidupan di dunia ini akan musnah pada tahun 2012. Pada saat itu, dunia akan dilanda bencana besar dan kekacauan terjadi di mana-mana yang mengakibatkan musnahnya ras manusia. Jackson Curtis (John Cusack) yang yakin ramalan itu akan terjadi berusaha sekuat tenaga untuk mencegah hal ini.

Berbekal pengetahuannya tentang ramalan kuno itu, penulis yang juga adalah seorang peneliti ini kemudian mencari cara untuk membuka portal antar dimensi untuk menemui 'dirinya yang lain' di dimensi itu. Jackson yakin bahwa menembus batas dunia paralel ini adalah satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya bencana yang telah diramalkan bangsa Maya itu.

Masalahnya adalah Jackson harus melakukan itu sebelum tanggal 21 Desember 2012 karena dalam penanggalan Maya tak ada tanggal setelah tanggal itu. Mampukah Jackson menjalankan misi kemanusiaan itu dan mencegah terjadinya sesuatu yang telah digariskan sebelumnya?